16 Pasien Antraks di Yogya dalam Penyelidikan Epidemiologi

66042_620.jpg

Sabtu, 21 Januari 2017 | 15:55 WIB

16 Pasien Antraks di Yogya dalam Penyelidikan Epidemiologi

TEMPO/Prima Mulia

Domino1one.club, Yogyakarta – Dinas Kesehatan Daerah Istimewa Yogyakarta hingga saat ini masih melakukan penyelidikan Epidemiologi di Desa Purwosari, Kecamatan Girimulyo, Kulon Progo, menyusul adanya 16 pasien yang terindikasi terjangkit penyakit antraks di kabupaten itu.

“Penyelidikan epidemiologi (PE) masih kami lakukan baik ke ternaknya maupun manusianya, sehingga kami menyatakan itu baru suspect (terindikasi), belum bisa dikatakan positif,” kata Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) DIY Pembajun Setyaningastuti saat ditemui di sela pembukaan Musyawarah Kerja PMI DIY di Yogyakarta, Sabtu 21 Januari 2017.

Baca juga:
Isu Antraks, Dinas Kesehatan DIY: Insya Allah Sudah Aman
Kabar Antraks di Yogya, Ini Penjelasan Tim Respon Cepat UGM

Pembajun menambahkan, proses penyelidikan masih berlangsung untuk memastikan penyebab sebenarnya. Dia meminta  masyarakat tidak cemas berlebihan dan takut datang ke wilayah Kulon Progo. Bahkan, Pembajun memastikan seluruh ternak sapi di daerah itu telah disuntik vaksin dan dilakukan penyemprotan disinfektan di lingkungan kandangnya.

Terhadap 16 pasien yang diduga terinfeksi antraks, menurut dia, masih ada perbedaan pendapat antara para pakar untuk menentukan apakah seluruh pasien itu terinfeksi antraks atau tidak. “Walaupun memang ada indikasi karena pasien itu diketahui memakan daging sapi yang sakit,” kata dia.

ANTARA

Simak juga:
Bendera Dicoret Tulisan Arab, Polisi Periksa Empat Saksi
Trump Acap Pojokkan Islam, Fadli Zon: Itu Teknik Kampanye

Berita Bola Lainnya