Anggota Basarnas Harus Siap Siaga

Kamis, 23 Februari 2017 | 17:42 WIB

Anggota Basarnas Harus Siap Siaga

Peserta Latihan SAR TNI melakukan apel dengan latar belakang Kapal Sadewa milik Basarnas Jawa Tengah di dermaga Samudra 2 Pelabuhan Tanjung Emas, Semarang, 23 Juni 2016. Latihan SAR besar-besaran mengikutsertakan 5 kapal perang RI, Kapal Basarnas, Polisi Air dan Laut, Kapal KPLP serta sejumlah helikopter. TEMPO/Budi Purwanto

Domino1one.club, Jakarta – Kepala Badan SAR Nasional (Basarnas) Muhammad Syaugi menegaskan kesiapsiagaan personel dalam menangani pertolongan musibah dan kecelakaan mutlak dan wajib dilaksanakan seluruh jajarannya.

“(Misalnya) Senin kejadian maka harus sudah langsung turun hari itu juga,” jelas Syaugi dalam keterangan tertulis, Kamis  Kamis 23 Februari 2017.

Sesuai amanat, ucap, Syaugi, Basarnas harus menjalankan tugas  sebaik mungkin. Basarnas memiliki fungsi pengendalian dalam pencarian dan pertolongan karena itu harus memiliki juga sistem yang andal, SDM yang solid, dan fasilitas memadai.

Baca: Garuda Potong Komisi Agen Travel Mulai 15 April

“Simulasi pertolongan dan peningkatkan daya dukung SDM terus dilakukan, sehingga SDM dan masyarakat siap,” Syaugi berujar.

 Direktur Kesatuan Penjagaan Laut dan Pantai  (KPLP) Direktorat Jenderal Perhubungan Laut Kementerian Perhubungan Jonggung Sitorus  mengatakan  Direktorat KPLP terus meningkatkan koordinasi dengan Basarnas untuk pencegahan kecelakaan kapal dan percepatan saat terjadi musibah di laut.

Menurut Jonggung,  petugas KPLP harus siap siaga dan terintegrasi dengan stasiun radio pantai (SROP). “Selain itu kami juga berkoordinasi dengan terhubung langsung Basarnas di daerah-daerah,” katanya.

Jonggung menambahkan KPLP telah memperoleh seluruh nomor kontak SAR di seluruh daerah di Indonesia. Upaya lainnya yang dilakukan KPLP  adalah dengan menerapkan quick respon untuk setiap kejadian di laut.

Simak: Menteri Amran Libatkan TNI Genjot Serapan dan Produksi Padi

“Kami juga menginstruksikan kepada seluruh nakhoda agar respon cepat jika terjadi kendala saat berlayar harus dilakukan, untuk keselamatan pelayaran,” tutur Jonggung.

Jonggung mengatakan nakhoda  memiliki kewenangan penuh untuk menegakkan keselamatan dan keamanan, saat kapal akan berlayar hingga tiba di pelabuhan tujuan. Namun sayangnya hingga kini masih ditemukan nakhoda yang bertugas sebatas pelaksana tugas ‘majikan’ atau pemilik kapal. “Harusnya nakhoda bertanggungjawab penuh atas keselamatan pelayarannya.”

SETIAWAN ADIWIJAYA

Berita Bola Lainnya