Berharap dari Kereta Cepat Jakarta-Bandung  

Selasa, 12 September 2017 | 23:38 WIB


Ada Monorel di Meikarta

Ada Monorel di Meikarta.

INFO NASIONAL – Lippo Group tengah  membangun Kota Baru Meikarta di Cikarang Jawa Barat. Kota Baru Meikarta ini nantinya akan  menjadi kota  yang indah, lengkap, modern dan tercanggih se Asia Tenggara. Meikarta jadi begitu strategis lokasinya karena dikelilingi oleh proyek-proyek infrastruktur dari pemerintah maupun swasta.   

Salah satu proyek  infrastruktur yang tengah dibangun pemerintah  adalah  Proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung. Pembangunan jalur kereta cepat yang nantinya seperti Shinkansen (kereta cepat di Jepang)  ini terus dikebut dan  ditargetkan rampung di akhir 2019. Menurut Direktur Utama PT Wijaya Karya Tbk (WIKA) Bintang Perbowo, proses pembangunan kereta cepat dipercepat dengan harapan proses pengujian (commisioning) juga bisa dilakukan pada 2019.

“Jadi mempercepat memang  sedang kita lakukan dan untuk daerah-daerah yang sudah ada izin untuk kita kerjakan sekarang sudah kita kerjakan. Dari semua perencanaan teknis yang kita bahas dengan partner akan selesai di akhir 2019. Dan 2019 mungkin sudah mulai commissioning. Jadi yang diminta Pak Jokowi memenuhi ketentuan yang ada,” katanya  di Gedung Bursa Efek Indonesia (BEI) Jakarta, Selasa (8/8/2017).

Nilai proyek KA cepat ini senilai 5,1 miliar dollar AS atau setara Rp 67,8 triliun (kurs 13.300). Struktur dananya 75 persen atau Rp 50,8 triliun berasal dari China Development Bank (CDB). Sisanya 25 persen berasal dari modal perusahaan konsorsium PT Kereta Cepat Indonesia China.Saat ini, porsi saham BUMN dalam perusahaan konsorsium PT Kereta Cepat Indonesia China (KCIC) sebesar 60 persen. Sedangkan porsi saham China sebesar 40 persen.

Pemerintah berencana mengkaji penurunan porsi kepemilikan saham Badan Usaha Milik Negara (BUMN) dalam proyek kereta cepat Jakarta-Bandung. Hal tersebut untuk menekan resiko kerugian yang diterima BUMN dalam proyek ini. Deputi Bidang Usaha Konstruksi dan Sarana dan Prasarana Perhubungan Kementerian BUMN Pontas Tambunan mengatakan pemerintah akan memastikan pengerjaan proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung tetap terlaksana.

Ia mengungkapkan proyek kereta cepat sudah mendapat pendanaan tahap pertama senilai US$ 1 miliar atau Rp 13 triliun. KCIC juga telah mengantongi komitmen pinjaman dari China Development Bank (CDB) sebesar US$4,5 miliar. Proyek sepanjang 142 kilometer  ini ditandai dengan acara groundbreaking  pada  21 Juni 2016.  Saat ini salah satu fokus yang sedang digarap yakni pembebasan lahan di kawasan Halim Jakarta Timur. Kawasan itu terdiri dari 480 perumahan. Nantinya, wilayah tersebut akan menjadi stasiun serta depo Kereta Cepat Jakarta-Bandung.

Pekerjaan fisik secara parsial akan dimulai dari kawasan Walini dan ditargetkan bisa dilakukan di 26 kilometer pertama,  dan beberapa lokasi lainnya.  Manfaat dari  kereta cepat ini  adalah  kualitas hidup masyarakat menjadi meningkat. Bila menggunakan transportasi umum yang dapat mencapai tiga jam perjalanan, maka dengan kereta cepat ini Jakarta-Bandung dapat ditempuh dengan waktu hanya 35 menit.

Tentunya ini sangat menguntungkan bagi penghuni apartemen Meikarta. Posisi Meikarta  yang berada di antara Jakarta dan Bandung  menjadi begitu strategis, karena orang yang tinggal di Meikarta hanya butuh waktu 20 menit untuk sampai  Bandung atau ke Jakarta.

Dengan waktu tempuh yang begitu singkat, maka penghuni Meikarta bisa lebih banyak memanfaatkan waktunya untuk bisnis ataupun sosialisasi dengan klien atau keluarga baik di Jakarta atau Bandung.(*)



Berita Bola Lainnya