Bulutangkis Bakal Pakai Teknologi Hawk Eye di Asian Games 20


Jakarta – Cabang olahraga bulutangkis kemungkinan bakal menggunakan inovasi baru pada Asian Games 2018. Sekretaris Jenderal PBSI, Achmad Budiharto, mengatakan cabor bulutangkis kemungkinan akan menggunakan teknologi hawk eye atau mata elang di TV Court atau lapangan untuk siaran televisi, teknologi yang sebelumnya belum pernah digunakan di Asian Games. 

“Rencananya ada dua lapangan yang menggunakan teknologi hawk eye. Biayanya untuk satu lapangan senilai 6.000 dolar AS per hari. Kalau dua lapangan berarti 12.000 per hari,” kata Budi kepada wartawan di kawasan Senayan, Selasa (5/6/2018). 

“Biasanya di Asian Games pakai swiss score, sedangkan kalau untuk hawk eye itu pakainya tournament software. Kami sudah mengusulkan untuk memakai hawk eye ke bidang pertandingan. Untuk sementara sudah disetujui,” imbuh Budi.

Menurut Budi, pembiayaan untuk penerapan teknologi memang cukup mahal. Pembiayaan dilakukan secara dilakukan secara patungan antara Konfederasi Bulutangkis Asia (BAC) dan pihak-pihak lain. 

Budi mengatakan PBSI punya alasan khusus terkait usulan penggunaan hawk eye tersebut. 

“Fairplay harus dijaga. Meskipun jadi tuan rumah jangan menggunakan kesempatan dalam kesempatan. Pokoknya harus menekankan fairplay,” ujar Budi.  

Tim bulutangkis Indonesia akan menurunkan kekuatan terbaik pada Asian Games 2018. Pemerintah membebankan satu medali emas untuk tim bulutangkis Indonesia. 

 

Berita Video Pebulutangkis Indonesia, Greysia Polii Dibuat Malu oleh Pasangannya

Berita Bola Lainnya