Kebijakan Donald Trump dan Teror di Barcelona Tekan Wall Str

Jum’at, 18 Agustus 2017 | 10:39 WIB


Presiden A.S. Donald Trump meninggalkan ruang pertemuan Made in America di Gedung Putih, Washington, AS, 19 Juli 2017. REUTERS/Carlos Barria

Presiden A.S. Donald Trump meninggalkan ruang pertemuan Made in America di Gedung Putih, Washington, AS, 19 Juli 2017. REUTERS/Carlos Barria.

Domino1one.club, Jakarta – Bursa saham Wall Street, Amerika Serikat pada perdagangan Kamis 17 Agustus 2017 mengalami koreksi tajam. Ini dipicu oleh kekhawatiran investor terhadap kemampuan Presiden AS Donald Trump menjalankan agenda ekonominya. Teror di Barcelona, Spanyol, juga berimbas terjerembabnya bursa Wall Street.

Investor merespon negatif rumor bahwa penasihat ekonomi Gedung Putih, Gary Cohn yang juga mantan bos Goldman Sachs mengundurkan diri. Namun sumber di Gedung Putih membantah isu pengunduran diri Cohn.

Indeks Dow Jones Industrial Average di Bursa Wall Street pada Kamis 1,24 persen atau 274,14 poin ditutup di level 21.750,73. Begitu pula dengan indeks S & P 500 terkoreksi 1,54 persen atau 38,10 poin menjadi 2.430,01. Sementara indeks Nasdaq anjlok 1,94 persen atau 123,19 poin di posisi 6.221,91. Saham emiten bank investasi mencatat penurunan terbesar saham-saha unggulan (bluechip) di Dow Jones.

Sejak sesi pembukaan, Bursa Wall Street sudah menunjukkan tren menurun. Indeks semakin tertekan pada pukul 11.00 waktu setempat setelah tersebarnya penyerangan di Barcelona. Penyerangan itu mengakibatkan 13 orang tewas dan 50 terluka.

Seperti dikutip dari Channel News Asia, Jumat 18 Agustus 2017, sebelum merebaknya berita teror di Barcelona, investor sudah resah dengan isu Presiden Donald Trump membubarkan dua dewan bisnis Gedung Putih. “Membubarkan dewan penasihat ekonomi akan semakin memicu kekhawatiran investor terhadap perekonomian As ke depan,” ucap Adam Sarhan, analis dari 50 Park Investment.

SETIAWAN ADIWIJAYA



Berita Bola Lainnya