Kemenhub Gelar Ramp Check di Bandara Soekarno Hatta

Minggu, 28 Mei 2017 | 19:05 WIB

Kemenhub Gelar Ramp Check di Bandara Soekarno Hatta

Departemen Perhubungan Udara memaparkan persiapan arus mudik menjelang lebaran 2017.Di sampaikan olrh Dirjen Perhubungan Udara,Agus Santoso pada acara Talkshow Jakarta Marketing Week, Kota Kasablanka, Jakarta, 6 Mei 2017. TEMPO/Wahyu Windhianti /Magang

Domino1one.club, Jakarta -Kementerian Perhubungan melalui Direktorat Jenderal Perhubungan Udara hari ini menggelar uji kelayakan atau ramp check untuk fasilitas, serta sarana, dan prasarana di Bandara Soekarno Hatta, Cengkareng. “Ramp check ini
untuk kesiapan angkutan mudik Lebaran akhir Juni nanti,” ujar Direktur Jenderal Perhubungan Udara, Agus Santoso, Minggu, 28 Mei 2017.

Baca: Persiapan Mudik Lebaran, Kemenhub Lakukan Ramp …

Pertama, ramp check dilakukan di sejumlah menara atau tower pengawas dan komunikasi lalu lintas penerbangan. Pemeriksaan dimulai sekitar pukul 16.00 WIB dan kemudian dilakukan di sekitar dalam tower atau Aerodrome Control (ADC) serta unit Approach Control (APP).

Setelah pemeriksaan tower, Agus dan petugas lainnya melanjutkan pengecekan ke Terminal 1 Bandara Soekarno Hatta. Pengecekan meliputi kesiapan rutin terminal beserta seluruh perangkat dan fasilitasnya, khususnya untuk memastikan keamanan dan kenyamanan penumpang.

Sebelumnya, Agus juga mendapatkan instruksi dari Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi untuk meningkatkan kewaspadaan dan melakukan pengamanan ekstra ketat terhadap obyek-obyek vital di penerbangan. Hal ini sehubungan dengan ledakan bom bunuh diri yang terjadi di Terminal Kampung Melayu, Jakarta Timur, pada Rabu malam lalu.

Menurut dia, teroris saat ini sudah menyasar ke obyek-obyek vital transportasi, sebab di sana terdapat kerumunan masyarakat. “Maka kita wajib ekstra waspada dan melakukan pengamanan ekstra ketat sesuai dengan aturan dan SOP yang berlaku,” kata Agus.

Obyek-obyek vital di penerbangan sesuai Undang-undang nomor 1 tahun 2009 tentang Penerbangan, antara lain adalah bandar udara, fasilitas navigasi penerbangan, pesawat udara dan lainnya.

Baca: Kemenhub Siapkan 523 Pesawat untuk Lebaran 2017

Supaya tidak terjadi hal-hal yang membahayakan di obyek-obyek vital itu, menurut Agus, juga perlu dilakukan tindakan preventif seperti peningkatan patroli gabungan, peningkatan di perimeter daerah keamanan terbatas bandar udara, menempatkan personil keamanan di gerbang-gerbang terluar dari obyek vital tersebut. “Dengan demikian, jika ada sesuatu yang mencurigakan, bisa diamankan lebih dini sebelum memasuki obyek vital yang dipenuhi penumpang.”

GHOIDA RAHMAH

Berita Bola Lainnya