KOLOM: Ancelotti Tak Lagi Sakti

Ketika Bayern memilih Ancelotti, pertimbangan yang dipakai sederhana saja. Untuk menggantikan Guardiola yang world class, dibutuhkan pelatih world class lainnya. Ancelotti merupakan opsi yang paling masuk akal. Bahkan, di Liga Champions, dia masih lebih baik dari Pep.

Satu hal yang dilupakan Karl-Heinz Rummenigge dkk. di jajaran teras pengurus Bayern adalah kebutuhan tim akan pelatih yang mampu melakukan rebuilding. Ancelotti bukanlah tipe pelatih seperti itu. Saat datang ke Chelsea, Paris Saint-Germain, dan Madrid, dia hanya mewarisi tim yang sudah jadi dan masih kompetitif. Dia tak perlu melakukan perombakan besar.

Ancelotti juga bukanlah pelatih yang akomodatif terhadap para talenta muda. Di tiga klub terakhirnya sebelum merapat ke Bayern, hanya segelintir pemain muda yang mendapat kepercayaan besar. Sebut saja David Luiz, Marco Verratti, Dani Carvajal, Alvaro Morata, dan Isco. Beberapa talenta muda malah harus tersingkir. Casemiro, Adrien Rabiot, dan Nemanja Matic adalah deretan pemain yang dipinjamkan ke klub lain. Sementara itu, Morata malah dijual ke Juventus.

Pep Guardiola mengintruksikan pemainnya saat bertanding melawan Bayern Muenchen di laga pramusim di Allianz Arena, Muenchen (21/7). Muenchen sendiri merupakan mantan klub yang pernah ditangani Guardiola selama tiga musim. (Reuters/Michaela Rehle)

Tak heran bila Coman, Joshua Kimmich, dan Renato Sanches begitu jarang bermain sebagai starter di Bayern musim ini. Mereka pun jarang dibiarkan bermain penuh. Di Bundesliga, hanya sekali Coman bermain selama 90 menit. Sanches malah tak pernah. Dari 15 penampilan, dia sepuluh kali masuk sebagai pengganti dan lima kali ditarik sebelum laga berakhir.

Fakta-fakta itu tentu mencemaskan bagi siapa pun yang mendukung Bayern. Apa yang akan dilakukan Ancelotti ketika Lahm dan Alonso tak lagi ada di skuatnya? Mau dan mampukah dia memanfaatkan para pemain yang ada dengan baik? Bisakah dia mendongkrak kembali performa Mueller cs. yang jeblok?

Patut diingat, Bayern bukanlah Chelsea, PSG atau Madrid yang mau menggelontorkan uang ratusan juta euro di bursa transfer. Meski bukan klub kere, Bayern masih tergolong klub yang realistis dan ketat dalam menjaga kas.

Untuk pengganti Lahm dan Alonso saja, manajemen sudah memastikan tak akan ada rekrutan besar. Ancelotti diminta memanfaatkan potensi yang ada macam Kimmich, Sanches, Martinez, juga Sebastian Rudy yang dipastikan bergabung dari TSG 1899 Hoffenheim. Jikapun ada pembelian bintang baru dengan banderol mahal, sangat mungkin hanya satu orang.

Pertemuan Carlo Ancelotti dan Pep Guardiola terjadi dalam 2 laga El Clasico antara Real Madrid melawan Barcelona. Carlo Ancelotti memenangi 2 pertandingan itu. (www.squawka.com)

Musim depan akan jadi masa pembuktian bagi Ancelotti bahwa dirinya bukanlah pilihan keliru yang diambil manajemen Bayern. Andai Die Roten tak menunjukkan perbaikan pada beberapa pekan awal, tagar #AncelottiOut sangat sah untuk digemakan. Untuk saat ini, tagar itu rasanya masih terlalu dini. Paling cepat, tagar itu hanya pantas muncul bila Bayern nirtrofi pada akhir Mei nanti.

*Penulis adalah komentator dan pengamat sepak bola. Tanggapi kolom ini @seppginz.

Berita Bola Lainnya