KOLOM: Ketika Goretzka Menuai Masalah

Leon Goretzka bikin marah fans Schalke 04 karena pindah ke Bayern Munchen (bundesliga.com)

Bagi Goretzka, itu sungguh mengherankan dan berlebihan. Selama 4,5 tahun berada di Veltins Arena, dia sudah melihat banyak pemain andalan, bahkan didikan asli Die Knappenschmiede, yang hengkang. Namun, gelombang kekecewaan yang muncul tak seperti yang dia dapatkan.

Pemain andalan angkat kaki dari Schalke adalah hal biasa. Awal musim ini, Sead Kolasinac pergi ke Arsenal. Semusim sebelumnya, Leroy Sane hijrah ke Manchester City, sedangkan Joel Matip menerima pinangan Liverpool. Namun, kepergian mereka tak lantas menimbulkan gelombang hujatan seperti yang menghajar Goretzka saat ini.

Padahal, alasan kepindahan mereka sama saja dengan Goretzka. Mereka pergi karena Schalke itu madesu. Jauh panggang dari api untuk merengkuh trofi bila bertahan di sana. Gelar juara terakhir yang diraih Die Knappen adalah DFB Pokal 2010-11. Itu pun diraih setelah sembilan musim menanti.

Di Bundesliga 1, Schalke hanya juara selama 4 menit pada 2001. Mereka berpesta layaknya juara sebelum Patrik Andersson melesakkan bola ke gawang Hamburger SV di Volksparkstadion pada menit akhir injury time. Itu satu-satunya gol Andersson selama membela Bayern. Sebuah gol yang abadi di hati fans Die Roten dan Die Koenigsblauen.

Jadi, ya wajar saja bila Goretzka menerima pinangan Bayern. Dia tentu tidak buta, berapa banyak piala sudah direngkuh Manuel Neuer sejak hengkang dari Gelsenkirchen ke Muenchen? Lagi pula, seperti kata Mario Basler, mendapat tawaran berkostum Die Roten itu adalah anugerah dan sebuah kehormatan.

Gelandang Schalke 04, Leon Goretzka, merayakan gol yang dicetaknya ke gawang Ajax pada laga Liga Europa di Gelsenkirchen, Kamis (20/4/2017). (EPA/Sascha Steinbach)

Sebetulnya tak susah untuk menerima pandangan itu. Peter Neururer, mantan pelatih Goretzka di VfL Bochum yang juga member Schalke, tak melihat ada masalah dari putusan yang diambil sang pemain. Untuk jadi lebih baik, tentu harus bergabung dengan klub yang lebih baik dan berada di antara pemain-pemain terbaik.

Lagi pula, enam bulan jelang kontrak habis, pemain bisa melakukan negosiasi dengan klub mana pun. Itulah yang dilakukan Goretzka. Soal dia pergi tanpa uang transfer, itu karena manajemen Die Koenigsblauen menginginkannya. Sejak awal, kata Goretzka, Schalke hanya memberikan dua opsi: perpanjang kontrak atau pergi saat kontrak usai.

Berita Bola Lainnya

  • Kena Sindir Ribery, Musuh Guardiola BertambahKena Sindir Ribery, Musuh Guardiola Bertambah Domino1one.club, Muenchen - Manajer anyar Manchester City, Pep Guardiola memiliki segudang prestasi bersama klub-klub yang pernah dia tangani. Barcelona dan Bayern Muenchen sudah […]
  • Kolom: Adakah Cinta Fans Muenchen untuk Guardiola?Kolom: Adakah Cinta Fans Muenchen untuk Guardiola? Domino1one.club, Jakarta -Sungguh luar biasa sambutan publik sepak bola Jerman dan dunia ketika Josep Guardiola diperkenalkan sebagai pelatih Bayern Muenchen pada 26 Juni 2013. Jika […]
  • Reaksi Ibrahimovic Gagal Bela MU Lawan ArsenalReaksi Ibrahimovic Gagal Bela MU Lawan Arsenal Domino1one.club,Manchester - Zlatan Ibrahimovic sangat kecewa karena harus absen di laga penting Manchester United vs Arsenal pada 19 November mendatang. Striker jangkung ini tak bisa […]
  • Gundogan: Guardiola Lebih Genius dari KloppGundogan: Guardiola Lebih Genius dari Klopp Domino1one.club, Manchester - Ilkay Gundogan mengatakan Manajer Manchester City Pep Guardiola dan Manajer Liverpool Jurgen Klopp adalah dua pelatih kelas dunia. Tapi, gelandang 25 tahun […]
  • Chelsea Imbang, Conte Salahkan WasitChelsea Imbang, Conte Salahkan Wasit Domino1one.club, Swansea - Manajer Chelsea Antonio Conte mengaku kecewa timnya hanya mampu bermain imbang dengan Swansea City. Pria asal Italia itu juga menyalahkan wasit atas hasil hal […]