Korsel Beri Pelajaran Berharga bagi Timnas Indonesia U-19


Keterpurukan timnas di hadapan Korsel pun memicu pertanyaan tentang peluang timnas pada turnamen sesungguhnya. Sebab, tidak hanya Korsel, Indonesia juga harus memikirkan tim kuat lain. Sejauh ini, baru Tiongkok yang sudah merebut tiket ke Piala Asia U-19.

Indra Sjafri memiliki waktu kurang lebih setahun untuk membenahi kekurangan. Tampil di hadapan pendukung sendiri juga bisa memotivasi timnas agar mengeluarkan kemampuan terbaik.

Semua demi lolos ke Piala Dunia U-20 2019. Turnamen itu merupakan target paling realistis bagi Indonesia untuk kembali berpartisipasi di pesta sepak bola sejagat, mengingat peluang tampil di level senior jauh lebih sulit.

Timnas sebelumnya sudah melakukannya pada turnamen 1979. Dalam kesempatan ini, Indonesia menjajal Argentina, Polandia, dan Yugoslavia di Grup B.

Pada akhirnya timnas tidak berkutik. Jangankan menang, mereka gagal mencetak gol di tiga pertandingan. Namun, Indonesia mendapat pengalaman berharga, yakni menjajal pemuda yang kemudian menjadi salah satu pemain terbaik sepanjang masa.

Sosok yang dimaksud tidak lain Diego Maradona. Dia dua kali merobek gawang Endang Tirtana. Pada akhirnya Maradona memenangkan gelar pemain terbaik turnamen dan membawa negaranya merebut gelar.

Berita Bola Lainnya