Lima Hari Razia di Trotoar, Polisi Jaring 5.644 Unit Sepeda

624015_620.jpg

Senin, 24 Juli 2017 | 09:52 WIB

Lima Hari Razia di Trotoar, Polisi Jaring 5.644 Unit Sepeda Motor

Cuplikan video Koalisi Pejalan Kaki yang diancam tukang ojek saat pakai trotoar untuk parkir motor di Kebon Sirih Jakarta. youtube.com

Domino1one.club, Jakarta – Kepala Sub Diderktorat Pembinaan dan Penegakkan Hukum Direktorat Lalu Lintas Kepolisian Daerah Metro Jaya Ajun Komisaris Besar Budiyanto mengatakan, selama lima hari, 17-21 Juli 2017, melakukan razia terhadap kendaraan yang menggunakan trotoar pejalan kaki, pihaknya menjaring ribuan kendaraan roda dua atau sepeda motor.
  
“Selama lima hari razia, hasilnya ada 5.644 pengendara yang melawan arus di trotoar,” kata Budiyanto melalui keterangan tertulisnga, Senin, 24 Juli 2017. Menurut Budiyanto, para pengendara yang terjaring razia beralasan bahwa mereka terpaksa menggunakan trotoar karena jalur utama macet.

Baca: DKI Razia Go-Jek dan Grab Bike yang Mangkal di Trotoar

Padahal, ujar Budiyanto, fungsi trotoar untuk pejalan kaki sudah diatur dalam Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan. Dalam aturan tersebut pejalan kaki berhak atas fasilitas trotoar, tempat penyeberangan, dan fasilitas lainnya.

Pejalan kaki juga berhak mendapat prioritas saat menyeberang di tiap tempat penyeberangan.
“Keselamatan pejalan kaki dan pesepeda motor wajib diutamakan. Bagi pengendara yang mengabaikan keselamatan, mereka bisa dipidana dua tahun penjara dan denda Rp 500 ribu,” ucao Budiyanto.

Baca juga: Razia Motor, Polisi Jakarta Timur Tangkap Empat Orang Begal

Menurut Budiyanto, razia di trotoar akan dilakukan secara rutin. Ia berharap, masyarakat bisa sadar dan memahami fungsi trotoar bagi pejalan kaki. “Sebab angka pelanggar trotoar saat ini masih cukup besar. Itu berarti masyarakat belum memahami kegunaan trotoar sebagai hak pejalan kaki,” kata Budiyanto.
  
INGE KLARA SAFITRI

 

 

Berita Bola Lainnya