Mantan Pelatih Vietnam: Timnas Indonesia Sangat Aneh

096420800_1481167079-20161207-Kegembiraan-Pemain-Indonesia-Lolos-ke-Final-Piala-AFF-AFP-3.jpg

Domino1one.club, Hanoi – Sukses Timnas Indonesia lolos ke final Piala AFF 2016 memang sedikit berbau keberuntungan. Itu karena Vietnam tampil lebih dominan atas tim Merah Putih sepanjang laga leg kedua semifinal di My Dinh National Stadium, Rabu (7/12/2016) malam.

Sepanjang laga yang berlangsung hingga 120 menit itu, Vietnam mendominasi 74% penguasaan bola. Mereka juga melepaskan 28 tembakan percobaan. Bahkan, tujuh di antaranya mengarah langsung ke gawang Kurnia Meiga.

Bahkan, anak asuh Nguyen Huu Thang itu tetap tampil dominan dalam kondisi tertinggal 0-1 dan kalah jumlah pemain dari Timnas Indonesia. Kiper Tran Nguyen Manh diganjar kartu merah usai melancarkan protes keras kepada wasit Fu Ming. Ironisnya, saat itu Vietnam sudah menghabiskan jatah tiga pergantian pemain.

Alhasil, Huu Thang meminta bek Que Ngoc Hai untuk menjadi kiper dadakan. Dalam kondisi itu, Vietnam mampu mencetak dua gol balasan yang memaksa laga dilanjut hingga perpanjangan waktu. Sayang, pada akhirnya mereka tetap tersingkir akibat gol penalti Manahati Lestusen di menit ke-97.

Bek timnas Indonesia Manahati Lestusen berekasi usai menjebol gawang Vietnam melalui titik penalti pada leg kedua semifinal Piala AFF 2016 di Stadion Nasional My Dinh, Hanoi, Rabu (7/12). (HOANG DINH NAM/AFP)

“Saya tak memahami bagaimana instruksi Riedl. Saya juga tak tahu bagaimana ia mengarahkan para pemainnya yang seperti kehilangan jiwa. Mungkin Indonesia yang telah kita lihat adalah salah satu tim langka di dunia,” kata Nguyen Thanh Vinh, mantan pelatih Vietnam, seperti dikutip Dantri.

Kalah dengan cara seperti itu jelas sangat menyakitkan bagi Vietnam. Padahal, mereka berharap bisa mengulang era kesuksesan kala menjuarai Piala AFF 2008. Sejak itu, mereka malah tak pernah lagi melaju hingga final.

“Selama saya mendedikasikan hidup di sepak bola, ini mungkin menjadi salah satu permainan paling aneh yang pernah saya tonton. Satu tim kehilangan satu pemain, memasang bek sebagai kiper, dan mencetak dua gol beruntun. Namun, itu adalah soal mental, juga tentang cara bermain. Saya pikir Vietnam tak perlu kehilangan pemain jika lebih waspada,” tutur Thanh Vinh.

Berita Bola Lainnya