Penasaran, Profesor Asal Jepang Cari Tahu Proses Kemenangan

Senin, 22 Mei 2017 | 07:00 WIB

Penasaran, Profesor Asal Jepang Cari Tahu Proses Kemenangan Anies

Pasangan Anies Baswedan-Sandiaga Uno, menerima surat penetapan calon Gubernur-Wakil Gubernur DKI Jakarta dalam rapat pleno, di Gedung Komisi Pemilihan Umum Daerah DKI Jakarta, 5 Mei 2017. KPUD DKI Jakarta secara resmi menetapkan pasangan Anies-Uno sebagai Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Jakarta terpilih tahun 2017-2022. TEMPO/Imam Sukamto

Domino1one.club, Jakarta – Gubernur DKI Jakarta terpilih, Anies Rasyid Baswedan bertemu dengan Profesor asal Jepang, Okamoto Masaaki terkait kemenangannya pada Pilkada DKI Jakarta.

Terpilihnya pasangan Anies – Sandi dalam Pilkada DKI 2017, ternyata menjadi fenomena menarik untuk dijadikan bahan studi. Salah satunya dilakukan oleh Professor Okamoto Masaaki, dari Center for Southeast Asian Studies, Kyoto University, Jepang.

Dalam studinya itu, Profesor Okamoto ingin mengetahui faktor apa yang menyebabkan perolehan Anies – Sandi melejit dalam Pilkada Jakarta.

Baca: Menangi Pilkada DKI: Anies Baswedan Sebut Ahok Lawan, Bukan Musuh 

“Saya sudah mengamati selama beberapa tahun terakhir dan nama Anies – Sandi ini tergolong baru namun ternyata malah bisa memenangkan kontestasi pemimpin ibu kota,” ujar Okamoto bertemu Anies di kawasan Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Minggu.

Kepada Okamoto, Anies menjelaskan, salah satu faktornya adalah pasangan nomor urut 3 ini lebih fokus kepada apa yang dibutuhkan warga Jakarta. “Salah satu faktornya adalah kami fokus kepada tiga hal yang menjadi kebutuhan warga Jakarta. Antara lain lapangan pekerjaan, kebutuhan hidup terjangkau, dan pendidikan,” kata Anies.

Pesan itu diulang selama masa kampanye sehingga memberikan dampak pada kurva elektabilitas yang terus menanjak naik.

“Sebenarnya perolehan suara kemarin itu tidak langsung menanjak seperti itu, tetapi kami naik sedikit demi sedikit sejak awal kampanye, akhir putaran pertama hingga akhirnya putaran dua kemarin,” kata Anies.

Dia menjelaskan ada tiga program unggulan itu terus diulang dan disampaikan ke warga. Anies ataupun Sandiaga juga selalu menghubungkan kebutuhan warga dengan tiga program unggulan itu. Misalnya saja warga yang menginginkan ada peningkatan kesejahteraannya maka akan sangat berhubungan dengan pendidikan yang berkualitas.

 

Baca: Pilkada DKI, Mutiara Anies Baswedan: Abah Gubernur

“Kita punya 23 program tapi yang kita tekankan ada tiga, karena lebih baik ngomong tiga asal sampai ke warga daripada menjelaskan 23 tapi tidak terserap dengan baik,” kata Anies.

Dalam kesempatan itu Profesor Okamoto juga penasaran dengan cara Anies menghadapi beragam serangan dari lawan politiknya.

“Kami sedapat mungkin tetap fokus pada tiga progam unggulan dan kalau pun perlu ditanggapi kita lakukan dengan cara ‘fun’,” kata Anies.

ANTARA

Berita Bola Lainnya