Siswa Tewas karena Dipaksa Berduel, Polisi Akan Periksa 17 S

Selasa, 19 September 2017 | 23:32 WIB


Ilustrasi tawuran/perkelahian pelajar/kekerasan di kampus/sekolah. Shutterstock

Ilustrasi tawuran/perkelahian pelajar/kekerasan di kampus/sekolah. Shutterstock.

Domino1one.club, Bogor – Polisi membongkar makam Hilarius Christian Evant Raharjo, pelajar yang diduga tewas akibat dipaksa berduel satu lawan satu. Pembongkaran makam ini dilakukan untuk mengetahui penyebab meninggalnya siswa berusia 15 tahun itu. “Dari hasil autopsi ditemukan ada kerusakan di beberapa bagian organ dalam tubuhnya,” kata Komisaris Ihsan Wahyudi, dokter forensik DVI Polda Jawa Barat, Selasa 19 September 2017.

Tim forensic mengautopsi jenazah Hilarius di TPU Perumda, Cipaku, Kecamatan Bogor Selatan, Kota Bogor. Ihsan mengatakan, Christian sudah dimakamkan sejak satu setengah tahun lalu namun beberapa bagian tubuhnya masih utuh. “Bisa saja ini karena diformalin terjadi pembusukan yang terlambat,” kata dia.

Bagian tubuh Christian yang masih utuh itu, kata Ihsan, sangat membantu tim forensik untuk menyelidiki penyebab kematiannya. Salah satunya adalah ditemukan kelainan pada organ. “Kelainan itu mungkin akibat kekerasan,” katanya. “Kami tidak bisa menyebutkan kelainanya seperti apa dan organ apa yang mengalami kelainan itu, karena ini masih proses penyidikan.”

Kepala Satuan Reserse Kriminal Kepolisan Resor Kota Bogor Kota Komisaris Ahmad Choirudin mengatakan, hasil autopsi dari tim forensik Polda Jawa Barat itu nantinya menjadi salah satu petunjuk untuk mengungkap kematian Hilarius.

Menurut Ahmad, polisi sudah memiliki sejumlah nama yang akan diperiksa sebagai saksi. Mereka pernah memberikan keterangan pada 2016, menyusul meninggalnya Christian. “Kami akan terus dalami kasus ini dengan memeriksa 17 siswa,” kata dia.

Maria Agnes, ibunda Christian, mengatakan anaknya dipaksa bertarung satu lawan satu layaknya gladiator. Pertarungan ini melibatkan senior dan alumni SMU Budi Mulia dan SMU Mardi Yuana. Dua SMU itu adalah sekolah Katolik yang berada di Kota Bogor. “Duel ini mereka beri nama bom-boman,” katanya.

Menurut Maria, para senior dari masing-masing sekolah memaksa siswa baru untuk berduel. Perkelahian itu disaksikan sekitar 50 siswa dan direkam oleh siswa lain. Christian sebenarnya menolak, namun kakak kelas terus memaksanya bertarung. “Anak saya sudah menyerah tapi seniornya malah menendang dan menyeretnyake tengah lapangan supaya tetap berkelahi,” kata Maria.

Christian meninggal di tempat karena terus mendapat pukulan meski sudah tidak sadarkan diri. “Anak saya sudah sekarat tapi kepalanya dibenturkan lima kali dan perutnya diinjak-injak hingga tewas di lokasi,” kata Maria, menceritakan rekaman yang dia lihat.

Keluarga baru mengetahui kondisi Christian setelah dihubungi oleh petugas Rumah Sakit Azra. “Mereka memberi tahu kalau anak saya ada di rumah sakit dan sudah meninggal,” Venansius Raharjo, ayah Christian.

M. SIDIK PERMANA



Berita Bola Lainnya