Waspada, Cuaca Ekstrem di Jawa Timur Diperkirakan Hingga Mei

156597_620.jpg

Kamis, 09 Maret 2017 | 06:30 WIB

Waspada, Cuaca Ekstrem di Jawa Timur Diperkirakan Hingga Mei

Ilustrasi cuaca ekstrem. ANTARA/Saiful Bahri

Domino1one.club, Surabaya – Prakirawan Stasiun Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Juanda, Surabaya, Rendy Irawadi mengatakan cuaca ekstrem yang melanda wilayah Jawa Timur diperkirakan berlangsung hingga Mei 2017 mendatang. Menurut dia, potensi hujan dengan intensitas lebat hingga sedang, masih akan terjadi. Adapun wilayah yang mengalami ialah Surabaya, Batu, Bangkalan, Ngawi, Bondowoso, Jombang, Nganjuk, Sidoarjo, Malang, Kediri, Mojokerto, dan beberapa wilayah lain.

“Potensi angin kencang juga patut diwaspadai sebelum turunnya hujan,” kata Rendy saat dihubungi Tempo, Rabu, 8 Maret 2017.

Baca juga: Dua Hari Bertemu Dengan Megawati, Djarot: Beda Urusan

Mendekati masa transisi ke musim kemarau yang diperkirakan akan jatuh pada  Mei, Rendy mengatakan, masyarakat hendaknya tetap waspada. Dia menjelaskan, kecenderungan potensi angin akan lebih kencang. Selain itu, potensi angin puting beliung juga akan meningkat.

“Yang perlu diwaspadai lagi yaitu soal kesehatan, karena cuaca sedang tidak menentu,” kata Rendy.

Dia menambahkan, meskipun perkiraan awal datangnya musim kemarau pada Mei, namun tidak berarti wilayah Jawa Timur akan setiap hari diguyur hujan. “Sekitar April nanti mungkin ada perubahan, satu minggu hujan dan satu minggu panas,” ujarnya.

Penyebabnya, kata dia, arah angin cenderung berubah-ubah ketika hendak memasuki musim kemarau. Rendy melanjutkan, apabila arah angin berasal dari barat maka berpotensi turun hujan. Sedangkan, apabila angin berasal dari arah timur maka potensi cuacanya cenderung panas.

“Perubahan arah angin pasti terjadi ketika hendak memasuki musim kemarau,” ucap Rendy.

Baca juga: Disebut Terima Uang Korupsi Rp 300 Juta, Rano: Ini Intrik Politik

Sementara itu, ketika disinggung soal potensi bencana akibat cuaca ekstrem ini, Rendy mengatakan tidak dapat memastikan hal tersebut. Menurut dia, BMKG saat ini hanya bisa memperkiraan soal potensi hujan atau tidak.

“Kalau soal bencana seperti banjir, kami baru bisa memastikan sesaat atau setelah hujan dengan melihat durasi lama tidaknya hujan turun,” ujar Rendy.

JAYANTARA MAHAYU

Berita Bola Lainnya